Penyebab Insomnia

Insomnia adalah gangguan tidur di mana seseorang secara terus-menerus mengalami kesulitan tidur atau bangun terlalu cepat. Insomnia kadang-kadang juga berhubungan dengan kondisi-kondisi fisik, seperti keletihan yang hebat, perubahan perlengakapan-perlengkapan tidur, perubahan-perubahan makanan utama sehari-hari dan juga pemakaian obat perangsang yang berlebihan.

Insomnia sering kali dilihat sebagai simtom orang dewasa, tetapi ditemukan juga pada anak-anak dan apabila tetap berlangsung, maka harus dilihat sebagai gangguan emosi yang berat. Gangguan tidur yang kadang terjadi pada anak-anak boleh dianggap sebagai reaksi terhadap kesulitan dan tekanan hidup yang rutin.

Suatu gangguan tidur yang berat dan lebih sulit ditangani adalah apnea tidur (sleep apnea) yakni pernapasan terhenti untuk sementara.

Berikut ini ada beberapa penyebab insomnia selain faktor psikologis yang mendominan penyebab insomnia itu sendiri, diantaranya adalah :

Faktor-faktor psikologis yang menyebabkan insomnia adalah kegelisahan, ketakutan, perasaan bersalah, dan perasaan cemas atau stress sebagai antisipasi terhadap peristiwa-peristiwa yang akan datang.

Jika diambil garis besarnya, faktor-faktor penyebab insomnia, yaitu:

- Stress atau kecemasan seperti didera kegelisahan yang dalam, biasanya karena memikiran permasalahan yang sedang dihadapi.

- Depresi. Selain menyebabkan insomnia, depersi juga bisa menimbulkan keinginan untuk tidur terus sepanjang waktu karena ingin melepaskan diri dari masalah yang dihadapi. Depresi bisa menyebabkan insomnia dan sbaliknya insomnia menyebabkan depresi.

- Kelainan-kelainan kronis. Kelainan tidur seperti tidur apnea, diabetes, sakit ginjal, arthritis atau penyakit yang mendadak seringkali menyebabkan kesulitan untuk tidur.

- Efek samping pengobatan. Pengobatan untuk suatu penyakit juga dapat menjadi penyebab insomnia.

- Pola makan yang buruk. Mengkonsumsi makanan berat sesaat sebelum pergi tidur bisa menyulitkan anda jatuh tidur.

- Kafein, nikotin, dan alkohol. Kafein dan nikotin adalah zat stimulan. Alkohol dapat mengacaukan pola tidur anda.

- Kurang berolahraga juga bisa mnejadi faktor sulit tidur yang signifikan.

Penyebab lainnya bisa berkaitan dengan kondisi-kondisi spesifik :

- Usia lanjut (insomnia lebih sering terjadi pada orang yang berusia di atas 60 tahun).

- Wanita hamil

- Riwayat depresi/penurunan

Insomnia dapat terjadi sebagai reaksi simtom yang sederhana atau mungkin berkaitan dengan kondisi-kondisi psikiatrik lain, seperti kecemasan (kecemasan neurosis), depresi dan mania. Dalam hal-hal seperti itu kekuatan insomnia akan berhubungan dengan gangguan emosi yang berat. Perkembangan simtomatik insomnia rupanya berhubungan dengan ciri-ciri khas kepribadian, dan tipe-tipe konflik

Posted in Penyebab Insomnia | Tagged , , , , | Leave a comment

Cara Mengatasi Insomnia Dengan Alami

Kesulitan untuk mendapatkan tidur yang berkualitas merupakan salah satu masalah yang disebut dengan insomnia. Insomnia ditandai dengan gejala sulitnya untuk memulai tidur, dan sulit untuk mempertahankan tidur, dan terbangun terlalu pagi. Banyak hal yang menyebabkan terjadinya masalah ini berlangsung. Hal yang harus dilakukan adalah cara mengatasi insomnia dengan alami.

Cara mengatasi insomnia dengan alami bisa dilakukan dengan terapi pembatasan tidur. Hal ini dilakukan dengan maksud dan tujuan untuk mengetahui seberapa lama Anda tidur di tempat tidur. Jika hanya tidur selama enam jam dan selama delapan jam berbaring ditempat tidur, hal ini masih dikatakan normal. Namun jika jumlah waktunya lebih dikit dan lebih kecil dari ini maka konsultasikan ke dokter ahli yang bisa mengatasi masalah susah tidur Anda.

Cara mengatasi insomnia dengan alami bisa dilakukan dengan mengonsumsi ramuan dari biji pala. Kandungan yang ada di dalam biji oala ini adalah senyawa myristicin yang sifatnya bisa membantu Anda untuk merangsang Anda agar bisa tidur. Untuk membantu mengatasi masalah insomnia, ramuan yang dibuat dari biji pala dibuat dengan cara diseduh terlebih dahulu seperti Anda menyeduh teh atau menyeduh sup. Bisa juga dengan cara mencampurkannya ke dalam satu sendok teh biji pala dengan satu atau tetes air dan kemudian dioleskan terlebih dahulu ke kening sebelum Anda tidur.

Jika penyebab masalah insomnia disebabkan karena terjadinya gangguan pencernaan pada tubuh Anda, maka cara mengatasi insomnia dengan alami dilakukan dengan adas. Ramuan adas dibuat dengan caa drebus dua gram biji adas di dalam 250 ml air selama kurang lebihnya adalah 15 menit. Kemudian di dinginkan, saringlah, dan diminum untuk tiga kali sehari.

Sebelum Anda memulai tidur Anda, ada baiknya jika Anda membuat catatan terlebih dahulu termasuk banyaknya tidur, dan waktu yang Anda perlukan untuk bisa tidur hingga terlelap, hal ini dilakukan untuk menentukan kualitas tidur Anda, dan mencatat gangguan yang terjadi pada kehidupan Anda sehari-hari.

Posted in Penyebab Insomnia | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Faktor Penyebab Insomnia

Secara umum orang menyebut insomnia sebagai gangguan tidur berupa sulit tidur. Definisi insomnia, ialah persepsi yang tidak adekuat tentang kualitas dan kuantitas tidur, dengan akibat yang terkait disiang hari. Hal yang harus diketahui adalah baga9imana mencari faktor penyebab insomnia.

Keluhan yang paling jelas dikemukakan antara lain :

  •  Sulit memulai tidur
  •  Sering terbangun dari tidur
  •  Sulit tidur lagi, setelah terbangun dimalam hari
  • Cepat bangun dipagi hari.

Sesuai definisi, gejala yang terjadi dari faktor penyebab insomnia tersebut harus berhubungan dengan gangguan di siang hari, misalnya keletihan, konsentrasi maupun memori terganggu, dan sebagainya. Namun hormone melatonin yang turun, antara lain karena  radiasi elektromagnetik, juga dapat  menimbulkan gangguan ini.

Diagnosis banding faktor penyebab insomnia mencakup gangguan neuropsikiatri seperti depresi, ansietas, demensia, juha penyalahgunaan obat, maupun gangguan irama sirkadian. Sedangkan salah satu penyebab gangguan irama sirkadian yang menyebabkan orang sukar tidur adalah radiasi elektromagnetik. Irama sirkadian yang terganggu mengakibatkan seseorang terganggu irama bangun dan tidurnya.

Insomnia memang tidak hanya berkaitan dengan tadiasi eletromagnetik saja. Bahkan gangguan tidur ini sangat umum dijumpai pada mereka yang menderita suatu penyakit. Sulit tidur dapat berkaitan dengan  rasa nyeri, napas pendek, efek samping obat. Penderita yang mengalami nyeri kronis juga sering mengalami kesulitan dalam mempertahankan keadaan tidur. Pendek napas atau sesak napas di malam hari bahkan menjadi penyebab yang sering dari gangguan tidur.

Berkaitan dengan insomnia, gangguan tidur yang kadang-kadang dapat dijumpai adalah Restless Legs Syndrome (RLS) atau Sindrom Tungkai Gelisah. Pravalensi kelainan ini tidak diketahui, karena sebagian besar tidak terdiagnosis oleh dokter. Namun di-perkirakan sebagian 5% dari populasi umum. Empat gejala dalam RLS adalah sebagai berikut :

  • Gangguan sensorik pada anggota
  • Kegelisahan motorik pada anggota bawah
  • Gangguan lebih buruk waktu istirahat
  • Gejala lebih buruk pada malam hari.

Pertama penderita merasa adanya gangg8an sensorik pada anggota bawah, yang dapat berupa rasa nyeri atau rasa ada sesuatu yang menjalar, seperti semut berjalan. Kedua, keluhan  motorik umum, berupa penderita  merasa kurang nyaman pada tungkainya. Ia merasa gelisah ditungkainya, misalnya perlu bergerak, berjalan, atau bangkit dan jalan berkeliling. Ketiga, gejala motorik dan sensorik ini lebih buruk jika orang yang bersangkutan beristirahat. Keempat, keluhan ini lebih buruk dimalam hari. Secara umum, penderita RLS mengeluh tidak dapat tidur, karena rasa tidak enak papda tungkai, atau perlu bangkit dan jalan dan tidak berbaring ditempat tidur.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah gangguan tidur insomnia ini adalah tidur yang sehat. Tidur yang sehat adalah membangun kebiasaan tidur yang baik. Caranya, pergi tidur pada waktu yang sama setiap malam dan bangun pagi pada jam yang sama pula, apapun dan bagaimanapun kondisinya. Hal ini, hindari tidur pada siang hari, tidak mengonsumsi lafein dan nikotin, serta menghindari alcohol.

 

 

Posted in Penyebab Insomnia | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Insomnia Pada Lansia

Penyebab insomnia umumnya muncul akibat dari pola kebiasaan buruk tidur di tengah malam, pola hidup yang tidak teratur dan seimbang. Pola tidur seseorang pasti mengalami perubahan seiring dengan pertambahan usia dan semakin beragamnya pekerjaan atau aktivitas. Semakin bertambah usia, efisiensi tidur semakin berkurang. Efisiensi tidur diartikan sebagai jumlah waktu tidur berbanding dengan waktu berbaring di tempat tidur.

Kebutuhan tidur pun semakin menurun karena dorongan homeostatitk untuk tidur pun berkurang. Hal ini dialami oleh para usia lanjut. Pada usia lanjut, terutama wanita lebih banyak mengalami insomnia, dibandingkan pria yang lebih banyak menderita sleep apnea atau kondisi medis lain yang dapat mengganggu tidur.

Gangguan tidur pada usia lanjut biasanya muncul dalam bentuk kesulitan untuk tidur dan sering terbangun atau bangun terlalu awal. Atur waktu tidur dengan baik, ikuti petunjuk sleep hygiene dan cobalah untuk lebih berpikiran positif dengan lebih berfokus pada vitalitas di siang hari yang segar bugar dibandingkan kualitas tidur malam sebelumnya.

Perubahan pola tidur pada usia lanjut banyak disebabkan oleh kemampuan fisik usia lanjut yang semakin menurun. Kemampuan fisik menurun terkai oleh kemampuan organ dalam tubuh yang menurun juga seperti jantung, paru-paru dan ginjal. Penuruna terbseut mengakibatkan daya tahn tubuh dan kekebalan turut berpengaruh.

Pada usia lanjut biasanya insomnia lebih sering menyerang. Hal ini terjadi sebagai efek samping (sekunder) dari penyakit lain, seperti nyeri sendi, osteoporosis, payah jantung, parkinson atau depresi. Jika penyebab utamanya tidak teratasi dengan sendirinya gangguan tidur tidak akan pernah teratasi. Pada kondisi seperti ni obat tiudr bukanlah solusi yang tepat.

Untuk mengatasinya lakukan olahraga yang ringan, tetapi teratur seperti jalan kaki pagi hari, berlari-lari kecil, senam atau sekedar peregangan otot. Hal ini terbukti mampu memperbaiki kualitas tidur pada lanjut usia. Melakukan jalan pagi atau senam lanjut usia di saat tubuh mampu meningkatkan vitalitas di usia lanjut. Dengan berolahraga, diharapkan dapat tidur lebih cepat lebih jarang terbangun dan tidur lebih dalam.

Posted in Penyebab Insomnia | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Insomnia Dan Cara Mengatasinya

Insomnia sering timbul bersamaan dengan gangguan emosinal seperti rasa cemas yang berlebihan, gelisah, depresi, dan ketakutan. Terkadang seseorang mengalami gangguan tidur hanya karena badan dan otaknya justru dalam kondisi yang tidak lelah.

Agar anda bisa tidur nyenyak dimalam hari, anda perlu memperhatikan faktor yang bisa menunjang kenyamanan tidur. Misalnya, tidurlah ditempat tidur yang nyaman, pergi ke tempat tidur hanya bila mengantuk. jika tidak mengantuk dan tidak tidur lebih dari 20 menit, sebaiknya beranjaklah dari tempat tidur, dan lakukan kegiatan ringan.

Lalu kembalilah ke tempat tidur bila sudah mengantuk. Jangan membawa masalah ke tempat tidur, dan selesaikan sebelum anda memsuki kamar tidur. Jangan biasakan tidur siang. Kalaupun anda tidak bisa hindari jangan lebih dari satu jam.

Peralatan tidur, pengaturan suhu udara dan ruang tidur sangat menjamin tidur yang baik. Sebelum tidur upayakan badan dalam keadaan segar. Karena itu mandilah sebelum idur, karena mandi akan membuat otot santai dan segar. Minum segelas susu hangat sebelum tidur akan membuat tubuh mempersiapkan diri untuk tidur. Jangan tidur dalam kondisi lapar maupun kekenyangan.  Jika anda sulit tidur pada malam hari, lakukan olahraga relaksasi seperti latihan pernapasan, mendengarkan lagu-lagu lembut atau membiarkan pikiran anda sejenak menerawang untuk mempercepat datangnya rasa kantuk.

Jika masih tidak bisa tidur juga, cobalah membaca buku-buku ringan yang anda gemari. Sebelum tidur, hentikan kegiatan satu jam sebelum tidur (seperti menonton film atau kegiatan yang menggunakan banyak pikiran). Jika tidak berhasil, anda bisa menetapkan prioritas dengan mengerjakan hal yang lebih penting dan produktif untuk anda selesaikan. Mendekatkan diri pada sang pencipta juga perlu di prioritaskan.

Posted in Penyebab Insomnia | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Akibat Insomnia

Sebelum mengobati insomnia, Anda perlu mengetahui apa penyebabnya. Dokter mungkin menanyakan mood Anda. Apakah Anda sedang mengalami depresi? kecemasan? stress? Mungkinkan insomnia tersebut disebabkan dari rasa nyeri, pengobatan, suatu perampasan dalam hidup Anda sehubungan melakukan perjalanan melewati zone waktu yang berbrda, atau bekerja di luar shift yang rutin? Mungkinkah kafein, alkohol atau makanan berbumbu memainkan peranan dalam kesulitan tidur Anda? Pertanyaan yang dijawab “tidak”boleh Anda bisa menjadi penentu dalam mendiagnosa insomnia primer.

Insomnia memberi sedikit atau banyak dampak pada kualitas hidup, produktivitas dan keselamatan. Pada kondisi yang parah, dampaknya bisa lebih serius.

Orang dengan insomnia lebih mudah menderita depresi dibandingkan mereka yang biasa tidur dengan baik.

Selain itu secara emosional, mereka yang memiliki kualitas tidur yang kurang baik cenderung lebih mudah marah, tersinggung, mudah mengantuk, mudah terserang penyakit, seperti masuk angin, penurunan fungsi kerja tubuh. Hal ini disebabkan oleh bidang pekerjaan yang terkadang menuntut beberapa orang menjadi terjaga di malam hari, waktu istirahat digunakan untuk bekerja.

Posted in Penyebab Insomnia | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mengatasi Insomnia

Penyebab insomnia dapat dikurangi dengan berbagai macam pengobatan, seperti menggunakan obat tidur. Tetapi, masalahnya ada dua :

- Apabila penyebab yang mendasarinya tetap ada dan obat harus digunakan dalam jangka waktu yang lama, maka dosisnya harus ditambah, disamping itu menggunakan obat tidur akan menjai kebiasaan dan minum obat menjadi kondisi yang diperlukan supaya dapat tidur. Dengan demikian, akan terjadi ketergantungan psikologis dan fisik.

Dari sudut pandang kesehatan mental, penyebab psikodinamik yang mendasari insomnia harus diketahuidan perawataannya harus diarahkan untuk menghilangkan atau menguranginya. Sering kali usaha psikoterapi (tanpa diarahkan semat-mata pada penyebab) sangat berguna untuk menghilangkan insomnia.

- Selain apa yang dikemukan diatas, seseorang yang mengalami gangguan insmonia tersebut harus berusaha juga sebelum tidur pada malam hari berada dalam keadaan santai dan jangan mengamati jam atau menantikan saat tidur dengan gelisah.

Posted in Penyebab Insomnia | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment